• tema favorit

Minuman energi

Sedikit pendahuluan sebelum Anda membaca tulisan di bawah ini. Saya selalu teringat dengan pepatah kuno, bila kita melakukan sesuatu, janganlah overacting, ini berlaku juga untuk pemberitaan. Penulisan berita jangan membuat orang bertanya-tanya atau bersifat sensasi, yang kebanyakan cara demikian malah membingungkan pembaca. Alhasil pun tulisan demikian dinilai tidak bermanfaat, dan blog nya pun berlabel tidak baik. Ini yang perlu saya hindari. Kembali lagi ke pepatah kuno, yang satu menceritakan: seseorang ingin menggambar ular, namun melihat ular kasihan tidak berkaki, lalu dibubuhinyalah kaki pada gambaran sang ular. Apa yang terjadi, jelas salah kaprah, bukan ular yang digambar, tetapi menjadi gambaran kadal atau biyawak. Pepatah kedua yalah, kembali lagi cerita ular yang lebih sering dikenal di antara kita semua, seseorang berlari-lari menuju ke temannya yang lebih dewasa, sambil berteriak-teriak mengatakan, “Bang, bang, saya ketemu ular di sana, besar dan panjang sekali. Besarnya seperti batang kelapa, dan panjangnya, ya hampir setinggi pohon kelapa”. Nah, sang dewasa jelas menilai dengan tenang, ini mau ngomong besar lagi rupanya. Maka si pencerita pun dibiarkannya saja. Cerita selanjutnya rasanya pembaca tahu dan tak perlu saya teruskan di sini.

Berita di bawah mengenai minuman energi yang juga populer di negeri kita ini. Kalau ditanya saya pun pernah minum minuman energi, dan mereknya apa tak perlu disinggung di sini. Namun saya cukup berhati-hati bila mengkonsumsi minuman tersebut. Pertama, tujuan agar saya tidak mengantuk sewaktu menyetir mobil dalam perjalanan jauh berjam-jam. Minuman energi, saya sadar bukanlah minuman sehat, tetapi lebih bersifat booster, membantu sesaat dalam keadaan terpaksa, agar masih tetap “wah”, alias gak ngantuk. Kembali lagi bila minuman demikian dijadikan rutinitas hidup, secara pribadi saya tolak.

Berita tentang minuman energi dilansir oleh NutraIngredient, 5 Juni 08, silakan ke link di bawah ini, http://www.nutraingredients-usa.com/news/ng.asp?n=85729&c=wn1T4K1tpZWpTTEDuDQSxQ%3D%3D. Dikutip hasil studi dari Federal Institute for Risk Assesment di Jerman, bahwa observasi beberapa tahun terakhir menunjukkan, konsumsi minuman energi berpotensi rusaknya hati (liver), fungsi yang abnormal dari bekerjanya jantung, malahan menemui ajal. Maka perlu diberi penekanan perhatian bagi golongan tertentu seperti anak-anak, ibu hamil, menyusui, dan mereka yang sensitive terhadap coffeein.

Malahan negara tertentu memberi peringatan terhadapan minumnan tersebut, dan ada pula yang melarang dipasarkan.

Penulis tidak bermaksud meresahkan bagi pengguna sejati minuman sejenis ini. Yang perlu kita ketahui, apa pun juga bila tidak menjaga kesehatan, atau dalam kondisi yang ekstrem, dan kelelahan yang berkelebihan, minuman tersebut tidak dapat mensubstitusi nutrisi atau kebutuhan vitamin dalam keadaan yang normal. Yang kita butuhkan satu-satunya adalah istirahat yang cukup. Salah kaprah kalau kita menganggap sesuatu bahan dapat menjadikan “wah” dan segar bugar seketika, serta dijadikan suatu kebiasaan yang rutin.

Silakan membaca sendiri artikel tersebut.

Satu Tanggapan

  1. […] jonsquared wrote an interesting post today onHere’s a quick excerptSedikit pendahuluan sebelum Anda membaca tulisan di bawah ini. Saya selalu teringat dengan pepatah kuno, bila kita melakukan sesuatu, janganlah overacting, ini berlaku juga untuk pemberitaan. Penulisan berita jangan membuat orang bertanya-tanya atau bersifat sensasi, yang kebanyakan cara demikian malah membingungkan pembaca. Alhasil pun tulisan demikian dinilai tidak bermanfaat, dan blog nya pun berlabel tidak baik. Ini yang perlu saya hindari. Kembali lagi ke pepatah kuno, yang satu menceritakan: seseorang ingin menggambar ular, namun melihat ular kasihan tidak berkaki, lalu dibubuhinyalah kaki pada gambaran sang ular. Apa yang terjadi, jelas salah kaprah, bukan ular yang digambar, tetapi menjadi gambaran kadal atau biyawak. Pepatah kedua yalah, kembali lagi cerita ular yang lebih sering dikenal di antara kita semua, seseorang berlari-lari menuju ke temannya yang lebih dewasa, sambil berteriak-teriak mengatakan, “Bang, bang, saya ketemu ular di sana, besar dan panjang sekali. Besarnya seperti batang kelapa, dan panjangnya, ya hampir setinggi pohon […] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: