• tema favorit

Pola makan yang tepat mengurangi risiko Metabolic Syndrome

(Tulisan ini dicuplik dari tulisan Laura Crowley, NutraIngredients, 25.03.2008)

Menurut studi yang ditampilkan dalam artikel The 2005 Dietary Guidelines for Americans and risk of the metabolic syndrome“, American Journal of Clinical Nutrition, bagi mereka yang mengikuti petunjuk diaetary kurang berisiko terjangkit metabolic syndrome. Risiko tersebut juga berkaitan erat dengan penyakit cardiovascular disease (CVD) dan diabetes.

Metabolic syndrome telah diketahui dengan baik, merupakan risiko bagi kesehatan yang selalu berkaitan dengan peningkatan lebaran pinggul, tekanan darah, kadar triglycerides, kadar gula (fasting glucose level), kadar high-density lipoprotein cholesterol yang rendah.

Para peneliti yakin, dengan mengikuti petunjuk dari 2005 Dietary Guidelines for Americans (DGAs) konsumen lebih rendah risikonya terkena metabolic syndrome.

Buku petunjuk 2005 DGAs (versi ke-6) menekankan pada nilai nutrisi, keseimbangan kalori dalam hubungan dengan aktivitas fisik dan pengontrolan berat badan, membatasi mengkonsumsi tras fat, banyak makan tepungan dari gandum yang tidak dimurnikan (whole grain), dan banyak minum susu berkadar lemak yang rendah, serta penekanan mengkonsumsi beragam buah-buahan dan sayur-sayuran.

Dalam studinya, para peneliti mengumpulkan data dari 3177 peserta (1493 pria dan 1684 wanita, usia 26 hingga 82 tahun), dan menggunakan patokan dari DGA, memperhatikan mereka yang pola makannya mendekati petunjuk, dan mereka yang pola makannya cendrung menunjukkan ciri-ciri metabolic syndrome. Hasilnya menujukkan 43% pria dan 30% memiliki ciri-ciri metabolic syndrome. Hanya 120 peserta mununjukkan berat badan yang normal atau body mass index (BMI) di bawah 25, sedangkan 1030 menunjukkan BMI di atas 25, yang berarti melampaui berat badan normal atau obese.

Kecendrungan berisiko tekanan darah tinggi sangat tinggi bila dibandingkan antara kelima faktor risiko seperti yang disebut di atas, pria 55%, dan wanita 42%.

mereka yang kebanyakan mendapatkan skor DGAI (Dietary Guideline for American Index) tinggi adalah wanita (73%), dan pria 30%.

Mereka yang biasa mengkonsumsi multivitamin supplement cendrung memiliki BMI rendah dan umumnya juga mereka yang tidak merokok.

Untuk membaca tulisan artikel selengkapnya, silakan gunakan link di bawah ini:

http://www.nutraingredients-usa.com/news/ng.asp?n=84166&m=1NIU325&c=qsmsbdclprjloln

Informasi lengkap tentang artikel:

“The 2005 Dietary Guidelines for Americans and risk of the metabolic syndrome”
Authors: Jeanene Fogli-Cawley, Johanna Dwyer, Edward Saltzman, Marjorie McCullough, Lisa Troy, James Meigs and Paul Jacques.

Am J Clin Nutr. 2007 Oct;86(4):1193-201.

Keterangan dari penulis stresslenyap:

Anda dapat mengunjungi situs di bawah ini dari USDA (United States Department of Agriculture) dan mendapatkan dokumen pdf (~4mb) Dietary Guidelines for Americans, 2005: http://www.health.gov/dietaryguidelines/dga2005/document/default.htm

Selamat membaca !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: