Anggap saja tulisan ini serupa diary, atau sekedar me-record hasil obrolan cerita-cerita dari masa lampau, tentang nasib (bukan nasib lah, lebih bagimana kelanjutan hidupnya) seorang kenalan yg lemah “syaraf”. Sebut saja lemah syaraf serupa stress berat, yang kemudian menjadikan hidup bermasalah.
Saya merasakan di kehidupan masyarakat kita, bila seseorang terkena gangguan mental, atau stress berat, hal tersebut akan dibiarkan tanpa ada konseling, sehingga menjadi “gangguan jiwa”. Berapa sering dan berapa banyak orang mengalami hal demikian, saya tidak jelas. Rasanya saya pun tidak akan ngejelimat masuk ke area psychology, yang bukan bagian saya. Sebagai perbandingan, lihat artikel singkat saya, Di Amerika, stress juga berupa masalah psychology.
Kembali cerita sang kenalan, mengapa ia pernah disebut orang jadi “gila”. kasihan ‘kan. Ya, ia pernah terganggu karena masalah ekonomi yang berat, dan akhirnya harus menanggung dipenjara beberapa waktu. nah itulah, sewaktu di penjara, ia terserang menjadi “gila”. Kasihan ‘kan.
“gila” itu istilah yang sangat mengasingkan seseorang dari masyarakat yang menikmati kehidupan selayaknya sehari-hari. Padahal setiap orang berpotensi menjadi “gila” ‘kan, karena tekanan hidup. Kembali lagi sebagai penyebabnya karena stress berat di dalam kehidupan.
Saya masih ingat jernih di kepala saya, karena ia itu dulunya anak yang pandai. Pernah saya beberapa kali bermain catur dengannya, sekali pun saya tidak pernah menang. Anak yang lumayan ceria. Lha kok jadi “gila”. Aha, berbisnis, ternyata berbisnis tidak harus selalu dimiliki orang pandai, cukup dengan ketekunan. Kegagalan dalam bisnis dan harus dipenjara.
Kalu sudah begitu, yah jadinya keluarga juga turut terimbas dan berantakan, termasuk ditinggalkan istri. Beruntung ia masih memiliki anak kesayangan yang bisa ia banggakan.
Ya, terkadang saya pikirkan, nah, Anda bila berhadapan dengan dua pilihan, dikarenakan oleh stress berat – lebih baik menjadi “gila” atau badan terserang secara fisik gejala penyakit berat. Ini dapat menjadi kenyataan hidup, karena penyakit berat sering bersumber dari stress yang berkepanjangan dan berat.
Sekian, catatan ini saya tutup. Semoga tulisan ini dapat menjadi renungan yang bermanfaat.
Silakan kunjungi juga dan membaca artikel tentang stress di www.citrahidup.com
DIarsipkan di bawah: health, mood, nutrition, personal, stress | Ditandai: gangguan mental, gila, health, nutrition, stress