Terlepas dari apa perang itu atau pun siapa yang salah dan benar, bagi yang terlibat dan terkena derita penyakit “Gulf War illnesses” sangatlah menyedihkan.
Berita ini dilepas baru-baru ini dari sebuah majalah Jerman der Spiegel, dan mungkin berita yang sama juga beredar di Amerika sendiri. Tulisan itu mengutip hasil sebuah penelitian di Jurnal terkemuka Amerika, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), oleh pakar Ilmu Neorology, Beatrice Alexandra Golomb dari University of California. Artikel dengan judul “Acetylcholinesterase inhibitors and Gulf War illnesses“, Maret 2008.
Saya mengedepankan tulisan ini berhubung tema tersebut berdekatan dengan penyakit di kepala kita, yaitu sejenis stress, depresi, dan lain-lainnya. Puluhan ribu, bahkan ratusan ribu tentara Amerika, sekembali dari perang pada tahun 90an dengan sebutan veteran perang, terjangkit kurang lebih dengan symptom “Gulf War illnesses“. Sebagai penyebabnya, dari hasil sekian penelitian, diduga adalah acetylcholinesterase inhibitor, senyawa berupa organophosphate dan carbamate, ini termasuk pyridostigmine bromide (PB), pesticides, dan nerve agents. Mereka ter-expose senyawa-senyawa tersebut yang digunakan di dalam peperangan. Hasil penelitian tersebut ditunjang dengan epidemiology. Ciri-ciri symptom penyakit tersebut ialah Fatigue, mood-cognitive, and musculoskeletal symptoms.
Silakan telusuri selanjutnya lebih mendalam ke tulisan aslinya, seperti yang saya kutip di atas. PNAS adalah jurnal free access. Selamat membaca !
Artikel-artikel lain berhubungan dengan stress, silakan kunjungi www.citrahidup.com
DIarsipkan di bawah: depression, fatigue, gulf war illnesses, health, life, mood, stress | Ditandai: depression, fatigue, gulf war illnesses, health, life, mood, stress
nice work, bro
thanks, buddy