• Arsip

  • tema favorit

  • e-magazine

    . . . . . . . . .

“Predicting the Present”, percakapan penulis Science Fiction Cory Doctorow

Suatu interview yang menarik, dilakukan oleh Diane Coutu, Harvard Business Review (HBR), baru-baru ini (edisi online July-August 2009), dengan penulis cerita science fiction, Cory Doctorow, berjudulkan “Predicting the Present“. Anda akan tertarik membaca artikel tersebut, bila Anda penggemar bacaan cerita science fiction, karena Doctorow menyajikan semua buku ceritanya online secara gratis, dan bagi Anda yang sering berselancar, ingin melakukan bisnis online, mungkin pemikirannya dapat berupa suatu “terobosan”, mengingat perkembangan dunia maya yang kian pesat dan masih banyak pontensinya untuk masa-masa mendatang.

Pembicaraan tentang topik  science fiction, Doctorow mempunyai pandangannya yang menarik, sebagai salah satu perbandingan, ia mengambil contoh penulis wanita cerita “Fankenstein“, Mary Shelley, ketika menulis novelnya itu, tidak bertujuan menprediksi, bahwa manusia suatu saat dapat menciptakan hidup, melainkan lebih mencemaskan kemajuan teknologi yang dapat membuat manusia menjadi budak kemajuan teknologi itu sendiri. Bagi saya yang menarik adalah cerita science fiction dari Doctorow yang menceritakan berkisar cyber dan internet. Dunia maya yang serba sulit diprediksi kemana akan menuju perkembangannya, terutama hubungannya dengan kita sebagai manusia – penggunanya.

Anda dapat mengakses ke situsnya,   www.craphound.com.

Selamat berselancar !

Catatan: Bagi Anda yang tidak berlangganan HBR, mungkin tidak dapat membaca seluruh percakapan itu.

Susu Full-Cream dapat menurunkan angka BMI (Body Mass Index)

Artikel yang menarik dan baik dibaca bagi mereka yang selalu merasa kwatir mengkonsumsi lemak. Artikel berjudul di atas ini dapat Anda baca dengan meng-klik pada jendela sebelah kiri “Full fat milk could be linked to low BMI, study “. Ternyata kontroversi mengenai makanan mengandung lemak dan tanpa lemak, masih juga belum selesai. Jelas, hasil penlitian yang berkwalitas sangatlah dibutuhkan untuk pembuktian kebenarannya. Artikel tersebut ditulis berdasarkan penemuan dari hasil penelitian Susanne Eriksson, peneliti pada University of Gothenburg, Swedia, berhubungan dengan tesis disertasi PhD nya.
Masuk akal, bila kita sadari, susu sapi telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Eropa, sehingga sangatlah mustahil, susu full-cream sebagai penyebab kegemukan tubuh. Sebaliknya, malahan mengkonsumsi susu full-cream dapat menurunkan secara tidak langsung volume mengkonsumsi minuman berkadar kalori tinggi, berarti dapat membantu penanggulangan masalah obesity.
Selamat membaca !

Akhirnya Amazon mengeluarkan gadget Kindle versi global

Berita baru dirilis amazon.com, dikutip dari online magazine fortune.com

(http://money.cnn.com/2009/10/07/technology/amazon_kindle/index.htm) amazon menurunkan harga kindle menjadi hanya US$259, dan akan dapat digunakan di luar Amerika, di hampir 100 negara di dunia. Perkembangan yang sangat menarik, karena buku-buku versi e-book harga rata-rata di bawah US$10, bearati di negara seperti Indonesia pun harga buku yang masih terjangkau. Dan tidak boleh dilupakan, bahwa versi e-book kindle merupakan buku-buku yang baru diterbitkan juga di Amerika, sehingga ketertinggalan kita akan informasi baru menjadi mengecil dibandingkan dengan dunia maju. Persaingan e-book cukup ketat, karena pemain lain seperti Sony, dan iRex, sebuah anak perusahaan Phillips juga memasarkan produk serupa. Menurut hemat saya, gadget demikian seharusnya free, tak usah beli, dapat dikembangkan oleh produsen dengan syarat pembeli minimal membeli sekian buku dan bayar di muka. Konon menurut berita tersebut, hingga akhir tahun ini diprediksi 3 juta buah gadget akan terjual, rupanya ini isyarat perkembangan yang baik bagi dunia e-book. Amazon mengklaim hingga kini sekitar 350000 judul buku yang dapat di-download.

Indeks Omega-3

Bulan Agustus lalu, muncul sebuah artikel mengenai omega-3 index, atau dikenal juga dengan nama omega-3 biomarker, dengan judul “Omega-3 test to determine heart disease risk“.

Artikel ditulis oleh Shane Starling, berbentuk berita di majalah online www.nutraingredients-usa.com. Tulisan mengangkat sebuah produk yang baru dilansir oleh satu perusahaan di Amerika, Gene Smart (www.genesmart.com). Produk yang dimaksud berupa pemberian service pengetesan kandungan omega-3 di darah, tepatnya kandungan omega-3 pada sel darah merah (red blood cell). Floyd Chilton (PhD) di Gene Smart yang memprakarsai pembuatan produk tersebut. Chilton masih aktif melakukan penelitian di bidang omega-3, berhubungan peranan molekul tersebut terhadap ekspresi gen protein tertentu, dan ia pun menulis 2 buah buku berhubungan dengan omega-3, “The Gene Smart Diet” memberikan alternatif makanan sehat, serupa nutrigenomic, dan “Inflammation Nation” menggambar pola makan orang Amerika yang tidak tepat, yakni terlalu tinggi kandungan omega-6 dan minim akan omega-3, yang mengakibatkan mudah terserang gejala inflamasi.

Orang yang mencetuskan ide menggunakan 0mega-3 sebagai bio marker untuk gejala penyakit jantung adalah William S. Harris, PhD, professor pada Department of Internal Medicine and Basic Biomedical Sciences, the Sanford School of Medicine of the University of South Dakota. Berdasarkan hasil penelitiannya (Anda dapat juga membaca artikel pada http://infoomega3.wordpress.com/2008/05/16/omega-3-2/) ia menyimpulkan, bahwa kandungan omega-3 pada cell-membrane dari sel darah merah sekitar 8% tidak berisiko terkena penyakit jantung (heart disease).

Untuk membaca artikel Shane Starling, silakan link ke http://www.nutraingredients-usa.com/content/view/print/257011.

Proses Penuaan, Aging – pembahasan peranan kelima ensim Superoxiddismutases (SOD)

Dalam kesempatan ini penulis mau mengedepankan pembahasan,  yang rupanya masih hangat di kalangan peneliti, dan juga aplikasi kecantikan, yang dikedepankan dalam tulisan Jens Lubbadeh pada  website bahasa Jerman www.spiegel.de hari ini (http://www.spiegel.de/wissenschaft/mensch/0,1518,608482,00.html).

Penulis sendiri tidak mendalami hal hal penelitian yang berhubungan dengan proses penuaan, atau aging. Namun hendaknya dengan pengenalan tulisan tersebut, membuka mata bagi kita yg awam mengenai perkembangan penelitian di bidang tersebut.

Jens Lubbadeh mengutip hasil penelitian dari Jeremy M. Van Raamsdonk dan Siegfried Hekimi, McGill University di Montreal, Canada (http://www.plosgenetics.org/article/info%3Adoi%2F10.1371%2Fjournal.pgen.1000361). Kutipan dari hasil penenelitian kedua orang tersebut, yang meragukan akan, atau dengan kata lain, mengangkat pertanyaan atas peranan (5 jenis) ensim Superoxiddismutases (SOD), yang selama ini, diakui, sebagai ensim2  yang berperan terhadap proses penuaan, atau aging.  Superoxiddismutases (SOD) dikenal berfungsi menangkal radikal aktif pada sel2 di dalam tubuh kita.  Sesuatu mekanisme lain yang juga dapat berperan menangkal radikal aktif, biarpun lima ensim tersebut di-shutoff dengan cara technique DNA. Pengertian yang demikian, tentu saja, akan merupakan studi2 yang berkelanjutan untuk menemukan, mekanisme apa sih yang sebenarnya berperan akan terjadinya proses penuaan. Ternyata studi serupa malah telah dilakukan sebelumnya oleh Dr. David Gems, University College London,  pada tahun 2008 (http://www.cosmeticsdesign.com/On-your-radar/Anti-ageing/Scientists-question-whether-oxidative-damage-really-is-the-guilty-party-in-aging).

Untuk mengetahui tulisan asli yang lebih mendetil, silakan telusuri links di atas, dan akhir kata kami ucapkan selamat membaca.

Dari Penulis

11 Januari 2009

Waktu berjalan dengan cepat, satu tahun pun telah berlalu. ada beberapa hal yang menarik pengalaman menayangkan situs ini ke publik. Seperti yang Anda ketahui, situs ini mengedepankan stress sebagai topik utama. Sekitar 5 ribuan pengunjung telah mengakses stresslenyap.com selama satu tahun ini. Pertama, penulis dapat memantau hari2 sibuk atau hari kerja, di mana pengunjung banyak mengakses dan mencari artikel mengenai stress. Malahan jam yang sering digunakan pun sekitar waktu siang hingga sore hari. Tema lain seperti kesehatan diakses setiap waktu, mulai siang hingga malam hari.

Tidak ada penambahan tulisan akhir2 ini yang dapat kami sajikan. Salah satu alasan, menayangkan yang bermutu dan relevan tidaklah mudah. Menurut penulis, secara umum, pengetahuan tentang stress masih berkisar pada basis pengetahuan yang sama. Padahal stress merupakan sebab musabab terjadinya beragam gejala penyakit.

Bila Anda mulai menginjak usia 40an tahun, maka arti stress akan lebih meningkat.

Saya mengucapkan Selamat Berkarya yang lebih gemilang lagi di tahun 2009 bagi semua pengunjung situs.

Stress dan Meditasi

Apa hubungannya stress dengan meditasi ? jawabannya simple aja, banyak sekali. Apa lagi bila kita menyinggung yoga, yang sudah digandrungi manusia di bumi kita ini, bagi yang usianya, baik muda maupun tua.

Berita baru dari penelitian di bidang tersebut datang dari Harvard University, Massachusetts General Hospital, Charlestown, Boston. Demikian berita dari Der Spiegel, majalah online bahasa Jerman. Nama peneliti muda belia itu Sara Lazar.

Secara tradisional telah banyak diketahui manfaat yoga bagi kesehataan kita, terutama bila menyangkut hal stress. Melalui yoga seseorang bisa mendapatkan kembali ketenangan hidup. Bagaimana pembuktiannya secara ilmiah, nah, ini yang membuat gregetan bagi para praktisi. Karena suara bernada sumbang sering dilontarkan darti dunia ilmiah, bila sesuatu belum terbuktikan secara meyakinkan, alias pembuktian secara metodologi yang kasat mata. Begitulah dunia ilmiah yang “kaku” itu, namun kita semua merasakan manfaatnya hasil penelitian secara umum.

Untuk menelusuri lebih lanjut penelitiannya, Anda dapat mampir pada websitenya yang dicantumkan pada bagian bawah tulisan ini.

Kesimpulan penelitiannya, berdasarkan sebagian kutipan dari website nya, sabagai berikut:

… . Magnetic resonance imaging was used to assess cortical thickness in 20 participants with extensive Insight meditation experience, which involves focused attention to internal experiences. Brain regions associated with attention, interoception and sensory processing were thicker in meditation participants than matched controls, including the prefrontal cortex and right anterior insula. Between-group differences in prefrontal cortical thickness were most pronounced in older participants, suggesting that meditation might offset age-related cortical thinning. Finally, the thickness of two regions correlated with meditation experience. These data provide the first structural evidence for experience-dependent cortical plasticity associated with meditation practice.

Selamat meneruskan membaca ke website di bawah ini:

https://nmr.mgh.harvard.edu/~lazar/

Hasil uji kwalitas produk supplement omega-3

Di bawah ini terdapat 2 buah tulisan mengenai hasil uji produk supplement omega-3 yang beredar di Amerika, dan sebagian produk tersebut juga dapat dibeli di Indonesia. Hasil uji tersebut, dari berpuluh-puluh merek dilakukan oleh perusahaan konsultan bidang kesehatan ConsumerLab, sebuah perusahaan yang telah lama melakukan pengujian produk kesehatan di Amerika, dan menurut hemat saya kesimpulannya dapat dipercaya. Atau setidak-tidaknya sebagai panduan bagi kita, bila ingin membeli supplement tersebut.

Dikutip dari NutraIngredient.com USA:

ConsumerLab releases omega-3 test results

05-Aug-2008 – Independent product tester ConsumerLab.com has given the thumbs up to almost 50 omega-3 dietary supplements and functional foods for delivering on dosage and being contaminant-free.

The report, released today, is the group’s most comprehensive analysis of fish oils to date, said ConsumerLab president Tod Cooperman. The large majority (85 percent) of visitors to the organization’s site are consumers looking for independent information on which products to purchase.

A total of 50 omega-3 fish oil supplements, foods and beverages were tested for contaminants and dosage (including two marketed for pets). Out of these, 23 were randomly selected by ConsumerLab to provide a “snapshot” of the market based on popular products found at different retail outlets. The other 27 products were tested at the request of their manufacturers, through ConsumerLab’s Voluntary Certification Program.

According to the results, all products met their label claims in regard to EPA (eicosapentaenoic acid) and DHA (docosahexaenoic acid) levels, with levels ranging from16 mg in a yogurt product to 1,000mg in a single pill.

In addition, all of the products tested were free of contaminants common in fish, including mercury, lead and PCBs. These contaminants have been associated with fish oil supplements in the past, and Consumerlab suggested cleaner fish stocks as well as improved processing had contributed to the glowing report card.

Not approved

All products tested bar one supplement brand and one product for pets received an approval rating from ConsumerLab.

The supplement brand that did not pass was Kirkland Signature Enteric Coated Fish Oil 1700 mg Concentrated Fish Oil. This, said ConsumerLab, was found to contain the level of EPA and DHA that it claimed, but it failed the enteric-coating test because it released its fish oil too early.

In accordance with ConsumerLab’s certification program guidelines, the group is able to announce the positive test results of brands that are volunteered by their manufacturers, but any negative results remain confidential.

Cooperman would not confirm if any of the omega-3 products provided for testing by their manufacturers failed the approval rating, but said that a clear indication of the state of the industry can be received from the 23 randomly selected products tested by the group.

In addition, he noted that the report clearly identifies which products were volunteered, and which were selected.

Questions raised

The report also took issue with some food and drink products that claimed to provide portions of a daily intake of omega-3s, when such a value has yet to be established.

According to ConsumerLab, fortified foods and beverages including Tropicana with Omega-3, Silk Soymilk Plus Omega-3 DHA, Yoplait Kids Yogurt with DHA, and the Aristo nutrition bar stated on labels that they supplied certain percentages of the ‘Daily Value’ of 160 mg for EPA and DHA.

“These statements are incorrect,” said ConsumerLab. “A Daily Value has not been established for EPA and/or DHA. Silk Soymilk Plus Omega-3 DHA also touted “400 mg beneficial Omega-3″ above its Nutrition Facts panel, but only at the bottom of the other side of the carton did it note, in tiny letters, that just 32 mg of the total omega-3 is DHA. Testing found the remainder to be ALA.”

The160mg daily benchmark value was provided by the Institute of Medicine (IOM) in its Dietary Reference Intakes for Macronutrients, published in 2002. However, other organizations, such as the International Society for the Study of Fatty Acids and Lipids and the American Dietetic Association, recommend a minimum combined intake of 500 mg/day EPA and DHA to support heart health.

According to Robert Orr, president and CEO of leading omega-3 supplier Ocean Nutrition and also chair of GOED (the Global Organization for EPA and DHA Omega-3) said this highlights the need for national guidelines for omega-3 intake.

The issue is not so much which levels are currently being thrown around as reference levels, but the need to establish an RDI, he suggested. “The focus needs to be on the fact that there is a huge dietary deficiency,” he told NutraIngredients-USA.com earlier today.

Brands tested

Brands included in the ConsumerLab report are: Advocare, Aristo, Berkley & Jensen (BJ’s), Carlson, Coromega, CVS, Eniva, GNC, Health from the Sea, Iceland Health, Integrative Therapeutics, Jarrow, Great American Products, Healthy Hide, Kirkland (Costco), Lipiderm, Mega Smarts, Minami, Mommy’s Bliss, Natural Factors, Nature Made, Nature’s Bounty, Nature’s Sunshine, New Chapter, Nordic Naturals, Now, Nutramax, Nutri-Supreme, OmegaBrite, Omega-Gel, Origin (Target), PharmAssure, Pharmanex, Pure Encapsulations, Puritan’s Pride, Shaklee, Silk (WhiteWave), Spring Valley (Wal-Mart) Sundown, Swanson, Tropicana, Twinlab, USANA, Vital Oils, Vitamin Shoppe, Vitamin World, Wegmans, Weil, and Yoplait.

Sumber asli berikutnya dari consumerlab.com – http://www.consumerlab.com/reviews/Omega-3_Fatty_Acids_EPA_and_DHA_from_Fish_Marine_Oils/omega3/

Berita dunia akademi – tempe dan tahu terhadap kesehatan

Jarang mendapatkan artikel tentang kesehatan di Indonesia dari Jurnal Internasional. Sekali ini patut diperhatikan dengan berita mengenai produk tahu dan tempe di negeri kita ini. Artikel yang dibicarakan di sini terutama mengangkat tema tentang produk tahu (sedangkan tempe manfaatnya tetap tidak diragukan), yang dapat menyebabkan gejala penyakit bagi sebagian orang di Indonesia. Komentar tulisan artikel tersebut dapat Anda baca dengan link ke AP-Foodtechnology.com,

http://www.ap-foodtechnology.com/news/ng.asp?n=86342&c=wn1T4K1tpZVaRqR3z%2Fdy6Q%3D%3D

atau membaca abstract tulisan artikel aslinya,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18583909?ordinalpos=1&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum

Rasanya tidak perlu saya cerita panjang lebar lagi, tahu dan tempe telah menjadi makanan sehari-hari bangsa kita ini, baik yang kaya maupun yang miskin, baik anak-anak ataupun orang tua, semua menyantapnya dengan tanpa banyak pikir panjang apakah dapat membahayakan kesehatan atau tidak.

Yang perlu selalu kita pertimbangkan adalah proses pembuatan produk tersebut, bagaimana kebersihannya dan bahan pengawet apa saja yang ditambahkan. kita telah hidup di jaman yang boleh dibilang sudah lupa dengan istilah kelaparan, namun di lain pihak hal mengenai kwalitas makanan mungkin masih belum begitu “nancap” di pikiran kita, dan dijadikan pedoman atau suatu kebiasaan hidup.

Semoga makanan rakyat kita ini menjadi perhatian kita semua, juga demi kesehatan kita masing-masing.

Selamat membaca !

Kindle books, usia belia sudah maju pesat di Amerika.

Kalu Jeff Bezos sendiri (pendiri dan orang nomor satu dari Amazon.com ) yang memomong lahirnya Kindle gadget dan Kindle books, rasanya suksesnya bisa terjamin. baru-baru ini diadakan Book Expo di Los Engeles, dan ia dengan tidak sengaja mengungkap jumlah buku dan gadget yang terjual perbulannya.

Perkembangan yang menggembirakan bagi penggemar e-book, namun disayangkan, 1. di Indonesia masih belum tersedia produk tersebut, dan 2. harga gadgetnya pun untuk orang biasa masih cukup mahal. Jangan putus arang, suatu saat mode demikian pun akan merambah negeri kita, sehingga akan banyak meringankan penggemar baca membaca tulisan-tulisan sewaktu melakukan perjalanan atau pun bagi manager folks di Jakarta memanfaatkan waktu macet di jalan.

Kindles baru 7 bulanan dilansir, kelihatannya perkembangannya akan tetap baik, biarpun tidak dapat dibandingkan dengan buku cetak. Pemain lain pun bertambah banyak menyediakan judul e-book.

Untuk berita dan analisa selengkapnya, silakan link ke

http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2008/07/05/MN3611KC3M.DTL