• Arsip

  • tema favorit

  • e-magazine

    . . . . . . . . .

Proses Penuaan, Aging – pembahasan peranan kelima ensim Superoxiddismutases (SOD)

Dalam kesempatan ini penulis mau mengedepankan pembahasan,  yang rupanya masih hangat di kalangan peneliti, dan juga aplikasi kecantikan, yang dikedepankan dalam tulisan Jens Lubbadeh pada  website bahasa Jerman www.spiegel.de hari ini (http://www.spiegel.de/wissenschaft/mensch/0,1518,608482,00.html).

Penulis sendiri tidak mendalami hal hal penelitian yang berhubungan dengan proses penuaan, atau aging. Namun hendaknya dengan pengenalan tulisan tersebut, membuka mata bagi kita yg awam mengenai perkembangan penelitian di bidang tersebut.

Jens Lubbadeh mengutip hasil penelitian dari Jeremy M. Van Raamsdonk dan Siegfried Hekimi, McGill University di Montreal, Canada (http://www.plosgenetics.org/article/info%3Adoi%2F10.1371%2Fjournal.pgen.1000361). Kutipan dari hasil penenelitian kedua orang tersebut, yang meragukan akan, atau dengan kata lain, mengangkat pertanyaan atas peranan (5 jenis) ensim Superoxiddismutases (SOD), yang selama ini, diakui, sebagai ensim2  yang berperan terhadap proses penuaan, atau aging.  Superoxiddismutases (SOD) dikenal berfungsi menangkal radikal aktif pada sel2 di dalam tubuh kita.  Sesuatu mekanisme lain yang juga dapat berperan menangkal radikal aktif, biarpun lima ensim tersebut di-shutoff dengan cara technique DNA. Pengertian yang demikian, tentu saja, akan merupakan studi2 yang berkelanjutan untuk menemukan, mekanisme apa sih yang sebenarnya berperan akan terjadinya proses penuaan. Ternyata studi serupa malah telah dilakukan sebelumnya oleh Dr. David Gems, University College London,  pada tahun 2008 (http://www.cosmeticsdesign.com/On-your-radar/Anti-ageing/Scientists-question-whether-oxidative-damage-really-is-the-guilty-party-in-aging).

Untuk mengetahui tulisan asli yang lebih mendetil, silakan telusuri links di atas, dan akhir kata kami ucapkan selamat membaca.

Dari Penulis

11 Januari 2009

Waktu berjalan dengan cepat, satu tahun pun telah berlalu. ada beberapa hal yang menarik pengalaman menayangkan situs ini ke publik. Seperti yang Anda ketahui, situs ini mengedepankan stress sebagai topik utama. Sekitar 5 ribuan pengunjung telah mengakses stresslenyap.com selama satu tahun ini. Pertama, penulis dapat memantau hari2 sibuk atau hari kerja, di mana pengunjung banyak mengakses dan mencari artikel mengenai stress. Malahan jam yang sering digunakan pun sekitar waktu siang hingga sore hari. Tema lain seperti kesehatan diakses setiap waktu, mulai siang hingga malam hari.

Tidak ada penambahan tulisan akhir2 ini yang dapat kami sajikan. Salah satu alasan, menayangkan yang bermutu dan relevan tidaklah mudah. Menurut penulis, secara umum, pengetahuan tentang stress masih berkisar pada basis pengetahuan yang sama. Padahal stress merupakan sebab musabab terjadinya beragam gejala penyakit.

Bila Anda mulai menginjak usia 40an tahun, maka arti stress akan lebih meningkat.

Saya mengucapkan Selamat Berkarya yang lebih gemilang lagi di tahun 2009 bagi semua pengunjung situs.

Stress dan Meditasi

Apa hubungannya stress dengan meditasi ? jawabannya simple aja, banyak sekali. Apa lagi bila kita menyinggung yoga, yang sudah digandrungi manusia di bumi kita ini, bagi yang usianya, baik muda maupun tua.

Berita baru dari penelitian di bidang tersebut datang dari Harvard University, Massachusetts General Hospital, Charlestown, Boston. Demikian berita dari Der Spiegel, majalah online bahasa Jerman. Nama peneliti muda belia itu Sara Lazar.

Secara tradisional telah banyak diketahui manfaat yoga bagi kesehataan kita, terutama bila menyangkut hal stress. Melalui yoga seseorang bisa mendapatkan kembali ketenangan hidup. Bagaimana pembuktiannya secara ilmiah, nah, ini yang membuat gregetan bagi para praktisi. Karena suara bernada sumbang sering dilontarkan darti dunia ilmiah, bila sesuatu belum terbuktikan secara meyakinkan, alias pembuktian secara metodologi yang kasat mata. Begitulah dunia ilmiah yang “kaku” itu, namun kita semua merasakan manfaatnya hasil penelitian secara umum.

Untuk menelusuri lebih lanjut penelitiannya, Anda dapat mampir pada websitenya yang dicantumkan pada bagian bawah tulisan ini.

Kesimpulan penelitiannya, berdasarkan sebagian kutipan dari website nya, sabagai berikut:

… . Magnetic resonance imaging was used to assess cortical thickness in 20 participants with extensive Insight meditation experience, which involves focused attention to internal experiences. Brain regions associated with attention, interoception and sensory processing were thicker in meditation participants than matched controls, including the prefrontal cortex and right anterior insula. Between-group differences in prefrontal cortical thickness were most pronounced in older participants, suggesting that meditation might offset age-related cortical thinning. Finally, the thickness of two regions correlated with meditation experience. These data provide the first structural evidence for experience-dependent cortical plasticity associated with meditation practice.

Selamat meneruskan membaca ke website di bawah ini:

https://nmr.mgh.harvard.edu/~lazar/

Hasil uji kwalitas produk supplement omega-3

Di bawah ini terdapat 2 buah tulisan mengenai hasil uji produk supplement omega-3 yang beredar di Amerika, dan sebagian produk tersebut juga dapat dibeli di Indonesia. Hasil uji tersebut, dari berpuluh-puluh merek dilakukan oleh perusahaan konsultan bidang kesehatan ConsumerLab, sebuah perusahaan yang telah lama melakukan pengujian produk kesehatan di Amerika, dan menurut hemat saya kesimpulannya dapat dipercaya. Atau setidak-tidaknya sebagai panduan bagi kita, bila ingin membeli supplement tersebut.

Dikutip dari NutraIngredient.com USA:

ConsumerLab releases omega-3 test results

05-Aug-2008 – Independent product tester ConsumerLab.com has given the thumbs up to almost 50 omega-3 dietary supplements and functional foods for delivering on dosage and being contaminant-free.

The report, released today, is the group’s most comprehensive analysis of fish oils to date, said ConsumerLab president Tod Cooperman. The large majority (85 percent) of visitors to the organization’s site are consumers looking for independent information on which products to purchase.

A total of 50 omega-3 fish oil supplements, foods and beverages were tested for contaminants and dosage (including two marketed for pets). Out of these, 23 were randomly selected by ConsumerLab to provide a “snapshot” of the market based on popular products found at different retail outlets. The other 27 products were tested at the request of their manufacturers, through ConsumerLab’s Voluntary Certification Program.

According to the results, all products met their label claims in regard to EPA (eicosapentaenoic acid) and DHA (docosahexaenoic acid) levels, with levels ranging from16 mg in a yogurt product to 1,000mg in a single pill.

In addition, all of the products tested were free of contaminants common in fish, including mercury, lead and PCBs. These contaminants have been associated with fish oil supplements in the past, and Consumerlab suggested cleaner fish stocks as well as improved processing had contributed to the glowing report card.

Not approved

All products tested bar one supplement brand and one product for pets received an approval rating from ConsumerLab.

The supplement brand that did not pass was Kirkland Signature Enteric Coated Fish Oil 1700 mg Concentrated Fish Oil. This, said ConsumerLab, was found to contain the level of EPA and DHA that it claimed, but it failed the enteric-coating test because it released its fish oil too early.

In accordance with ConsumerLab’s certification program guidelines, the group is able to announce the positive test results of brands that are volunteered by their manufacturers, but any negative results remain confidential.

Cooperman would not confirm if any of the omega-3 products provided for testing by their manufacturers failed the approval rating, but said that a clear indication of the state of the industry can be received from the 23 randomly selected products tested by the group.

In addition, he noted that the report clearly identifies which products were volunteered, and which were selected.

Questions raised

The report also took issue with some food and drink products that claimed to provide portions of a daily intake of omega-3s, when such a value has yet to be established.

According to ConsumerLab, fortified foods and beverages including Tropicana with Omega-3, Silk Soymilk Plus Omega-3 DHA, Yoplait Kids Yogurt with DHA, and the Aristo nutrition bar stated on labels that they supplied certain percentages of the ‘Daily Value’ of 160 mg for EPA and DHA.

“These statements are incorrect,” said ConsumerLab. “A Daily Value has not been established for EPA and/or DHA. Silk Soymilk Plus Omega-3 DHA also touted “400 mg beneficial Omega-3″ above its Nutrition Facts panel, but only at the bottom of the other side of the carton did it note, in tiny letters, that just 32 mg of the total omega-3 is DHA. Testing found the remainder to be ALA.”

The160mg daily benchmark value was provided by the Institute of Medicine (IOM) in its Dietary Reference Intakes for Macronutrients, published in 2002. However, other organizations, such as the International Society for the Study of Fatty Acids and Lipids and the American Dietetic Association, recommend a minimum combined intake of 500 mg/day EPA and DHA to support heart health.

According to Robert Orr, president and CEO of leading omega-3 supplier Ocean Nutrition and also chair of GOED (the Global Organization for EPA and DHA Omega-3) said this highlights the need for national guidelines for omega-3 intake.

The issue is not so much which levels are currently being thrown around as reference levels, but the need to establish an RDI, he suggested. “The focus needs to be on the fact that there is a huge dietary deficiency,” he told NutraIngredients-USA.com earlier today.

Brands tested

Brands included in the ConsumerLab report are: Advocare, Aristo, Berkley & Jensen (BJ’s), Carlson, Coromega, CVS, Eniva, GNC, Health from the Sea, Iceland Health, Integrative Therapeutics, Jarrow, Great American Products, Healthy Hide, Kirkland (Costco), Lipiderm, Mega Smarts, Minami, Mommy’s Bliss, Natural Factors, Nature Made, Nature’s Bounty, Nature’s Sunshine, New Chapter, Nordic Naturals, Now, Nutramax, Nutri-Supreme, OmegaBrite, Omega-Gel, Origin (Target), PharmAssure, Pharmanex, Pure Encapsulations, Puritan’s Pride, Shaklee, Silk (WhiteWave), Spring Valley (Wal-Mart) Sundown, Swanson, Tropicana, Twinlab, USANA, Vital Oils, Vitamin Shoppe, Vitamin World, Wegmans, Weil, and Yoplait.

Sumber asli berikutnya dari consumerlab.com – http://www.consumerlab.com/reviews/Omega-3_Fatty_Acids_EPA_and_DHA_from_Fish_Marine_Oils/omega3/

Berita dunia akademi – tempe dan tahu terhadap kesehatan

Jarang mendapatkan artikel tentang kesehatan di Indonesia dari Jurnal Internasional. Sekali ini patut diperhatikan dengan berita mengenai produk tahu dan tempe di negeri kita ini. Artikel yang dibicarakan di sini terutama mengangkat tema tentang produk tahu (sedangkan tempe manfaatnya tetap tidak diragukan), yang dapat menyebabkan gejala penyakit bagi sebagian orang di Indonesia. Komentar tulisan artikel tersebut dapat Anda baca dengan link ke AP-Foodtechnology.com,

http://www.ap-foodtechnology.com/news/ng.asp?n=86342&c=wn1T4K1tpZVaRqR3z%2Fdy6Q%3D%3D

atau membaca abstract tulisan artikel aslinya,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18583909?ordinalpos=1&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum

Rasanya tidak perlu saya cerita panjang lebar lagi, tahu dan tempe telah menjadi makanan sehari-hari bangsa kita ini, baik yang kaya maupun yang miskin, baik anak-anak ataupun orang tua, semua menyantapnya dengan tanpa banyak pikir panjang apakah dapat membahayakan kesehatan atau tidak.

Yang perlu selalu kita pertimbangkan adalah proses pembuatan produk tersebut, bagaimana kebersihannya dan bahan pengawet apa saja yang ditambahkan. kita telah hidup di jaman yang boleh dibilang sudah lupa dengan istilah kelaparan, namun di lain pihak hal mengenai kwalitas makanan mungkin masih belum begitu “nancap” di pikiran kita, dan dijadikan pedoman atau suatu kebiasaan hidup.

Semoga makanan rakyat kita ini menjadi perhatian kita semua, juga demi kesehatan kita masing-masing.

Selamat membaca !

Kindle books, usia belia sudah maju pesat di Amerika.

Kalu Jeff Bezos sendiri (pendiri dan orang nomor satu dari Amazon.com ) yang memomong lahirnya Kindle gadget dan Kindle books, rasanya suksesnya bisa terjamin. baru-baru ini diadakan Book Expo di Los Engeles, dan ia dengan tidak sengaja mengungkap jumlah buku dan gadget yang terjual perbulannya.

Perkembangan yang menggembirakan bagi penggemar e-book, namun disayangkan, 1. di Indonesia masih belum tersedia produk tersebut, dan 2. harga gadgetnya pun untuk orang biasa masih cukup mahal. Jangan putus arang, suatu saat mode demikian pun akan merambah negeri kita, sehingga akan banyak meringankan penggemar baca membaca tulisan-tulisan sewaktu melakukan perjalanan atau pun bagi manager folks di Jakarta memanfaatkan waktu macet di jalan.

Kindles baru 7 bulanan dilansir, kelihatannya perkembangannya akan tetap baik, biarpun tidak dapat dibandingkan dengan buku cetak. Pemain lain pun bertambah banyak menyediakan judul e-book.

Untuk berita dan analisa selengkapnya, silakan link ke

http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2008/07/05/MN3611KC3M.DTL

Minuman energi

Sedikit pendahuluan sebelum Anda membaca tulisan di bawah ini. Saya selalu teringat dengan pepatah kuno, bila kita melakukan sesuatu, janganlah overacting, ini berlaku juga untuk pemberitaan. Penulisan berita jangan membuat orang bertanya-tanya atau bersifat sensasi, yang kebanyakan cara demikian malah membingungkan pembaca. Alhasil pun tulisan demikian dinilai tidak bermanfaat, dan blog nya pun berlabel tidak baik. Ini yang perlu saya hindari. Kembali lagi ke pepatah kuno, yang satu menceritakan: seseorang ingin menggambar ular, namun melihat ular kasihan tidak berkaki, lalu dibubuhinyalah kaki pada gambaran sang ular. Apa yang terjadi, jelas salah kaprah, bukan ular yang digambar, tetapi menjadi gambaran kadal atau biyawak. Pepatah kedua yalah, kembali lagi cerita ular yang lebih sering dikenal di antara kita semua, seseorang berlari-lari menuju ke temannya yang lebih dewasa, sambil berteriak-teriak mengatakan, “Bang, bang, saya ketemu ular di sana, besar dan panjang sekali. Besarnya seperti batang kelapa, dan panjangnya, ya hampir setinggi pohon kelapa”. Nah, sang dewasa jelas menilai dengan tenang, ini mau ngomong besar lagi rupanya. Maka si pencerita pun dibiarkannya saja. Cerita selanjutnya rasanya pembaca tahu dan tak perlu saya teruskan di sini.

Berita di bawah mengenai minuman energi yang juga populer di negeri kita ini. Kalau ditanya saya pun pernah minum minuman energi, dan mereknya apa tak perlu disinggung di sini. Namun saya cukup berhati-hati bila mengkonsumsi minuman tersebut. Pertama, tujuan agar saya tidak mengantuk sewaktu menyetir mobil dalam perjalanan jauh berjam-jam. Minuman energi, saya sadar bukanlah minuman sehat, tetapi lebih bersifat booster, membantu sesaat dalam keadaan terpaksa, agar masih tetap “wah”, alias gak ngantuk. Kembali lagi bila minuman demikian dijadikan rutinitas hidup, secara pribadi saya tolak.

Berita tentang minuman energi dilansir oleh NutraIngredient, 5 Juni 08, silakan ke link di bawah ini, http://www.nutraingredients-usa.com/news/ng.asp?n=85729&c=wn1T4K1tpZWpTTEDuDQSxQ%3D%3D. Dikutip hasil studi dari Federal Institute for Risk Assesment di Jerman, bahwa observasi beberapa tahun terakhir menunjukkan, konsumsi minuman energi berpotensi rusaknya hati (liver), fungsi yang abnormal dari bekerjanya jantung, malahan menemui ajal. Maka perlu diberi penekanan perhatian bagi golongan tertentu seperti anak-anak, ibu hamil, menyusui, dan mereka yang sensitive terhadap coffeein.

Malahan negara tertentu memberi peringatan terhadapan minumnan tersebut, dan ada pula yang melarang dipasarkan.

Penulis tidak bermaksud meresahkan bagi pengguna sejati minuman sejenis ini. Yang perlu kita ketahui, apa pun juga bila tidak menjaga kesehatan, atau dalam kondisi yang ekstrem, dan kelelahan yang berkelebihan, minuman tersebut tidak dapat mensubstitusi nutrisi atau kebutuhan vitamin dalam keadaan yang normal. Yang kita butuhkan satu-satunya adalah istirahat yang cukup. Salah kaprah kalau kita menganggap sesuatu bahan dapat menjadikan “wah” dan segar bugar seketika, serta dijadikan suatu kebiasaan yang rutin.

Silakan membaca sendiri artikel tersebut.

Hollywood dan depresi

Bagi kawula muda dengar nama tenor bintang film pasti selalu tergiur dan ingin meniru-niru, entah gaya hidupnya ataupun berlagaknya. Tetapi bila diceritakan berita yang tidak enaknya, ya, mulai bungkem. Berita hangat terakhir mengenai bintang Holliwood yang exclusive ditulis pada eonline.com, situs untuk kaum selebritis Amerika, yaitu mengenai Kirsten Dunst. Bintang film tenar ini mengalami depresi berat dalam hidupnya akhir-akhir ini, dan harus mengaku, akan mengikuti pengobatan pada sebuah klinik terkenal bagi selebritis Hollywood. Kirsten Dunst baru berusia 26 tahun, namun telah harus mendapat depresi berat. Dapat kita bandingkan juga dengan penyanyi yang terkenal, yaitu Bridney Spears, yang entah telah berapa kali bolak balik masuk klinik rehab, entah karena alkohol atau drug. Memang perbedaan dari kedua anak muda terkenal ini, yang satu ayu dan kalem, sedang yang satu lainnya karena harus action bernyanyi, dan akhirnya menjadi karakternya yang ugal-ugalan. Kirsten rupanya akan menyadari harus membatasi diri di dalam hidup, dan chance untuk kembali normal sangat baik.

Kaum muda dengan gaya hidup yang berkelebihan mudah terjangkit penyakit demikian. Merasa masih muda dan dapat melampaui batas kemampuan fisik tubuh. Juga bila mereka berhadapan dengan drug ataupun alkohol, dan hilang kendali, mudah sekali terjerumus ke kehancuran. Kalau sudah begitu siapa yang harus disalahkan. Saya ingat beberapa tahun yang lalu mengikuti semacam seminar untuk para manager perusahaan dan kita disuguhi cerita oleh pembicara tentang pengalaman dengan anaknya yang meninggal karena drug. Tak usah saya gambarkan lagi bagaimana menyedihkan pengalaman yang demikian. Kejadian itu menggugah sang pembicara dan akhirnya ia pun bergabung dalam aksi pemberantasan narkoba.

Tubuh kita mempunyai kemampuan tertentu memikul beban stress. Sedangkan depresi merupakan bentuk stress yang lebih berat. Tidak perlu kita diskusikan lagi di sini panjang lebar, yang jelas stress menyebabkan perubahan hormone household. Anda dapat menamakan salah satrunya yaitu cortisol. Stress memakan banyak nutrisi di dalam diri kita. Seolah-olah pengeluaran rumah-tangga ekstra yang harus ditombok bayar kembali. Sedangkan bila nutrisi tidak diimbangi kembali, alhasil akan selalu dalam keadaan “berhutang”, yang salah satu gejalanya, akan mengganggu mood seseorang.

Beberapa pandangan tentang e-magazine

Era informasi, membuat dunia menjadi menciut. informasi, video clip, lagu-lagu, cukup disimpan di gadget seperti iPod. Malahan gadget ini pun mempermudah belajar bahasa. Ini memang sangat menolong bila tidak mau runyem dengan gadget yang besar. Bisa kita bilang, ini merupakan mode, karena teknologi kita baru mencapai di sini, dan trend, jelas mengikuti teknologi yang terakhir.

Berbicara mengenai e-book ataupun e-magazine, yang mana terakhir ingin kita bicarakan di sini, biar lambat tapi pasti mulai disukai pembaca. Ini merupakan alternatif, di mana bila bepergian, bacaan tiap saat dapat dilihat, ataupun memudahkan kita menyimpan koleksi bacaan yang dapat dibawa setiap saat, dan dapat dibaca di mana saja, tanpa membawa tumpukan kertas.

Hal yang terakhir ini banyak dipromosikan dengan majalah digital yaity “go green” karena tidak lagi menggunakan kertas dari hasil tebangan pohon, terutama kalu dibilang pohon asal hutan tropis, seperti negeri kita, yang sering menjadi sorotan dunia.

Telah banyak perusahaan menawarkan buku atau pun majalah dalan bentuk digital, atau sebutan e-magazine. Salah satu termasuk Zinio, perusahaan asal Amerika. Perusahaan ini juga menyediakan free software untuk membaca majalah digitalnya. Kenyamanan dengan software ini seolah-olah membaca majalah cetakan kertas, dapat terdengar suara bila membalikkan halaman. Ada beberapa keluhan dari pelanggan, yang kelihatannya akhir-akhir ini telah diperbaiki, yaitu tulisan atau artikel dari e-magazine dapat dikirim ke teman. E-magazine dapat juga ditransfer ke komputer lain, selama komputer itu menggunakan user name yang sama.

Sebut saja salah satu keuntungan bagi pelanggan, harga langganan lebih murah dari yang cetak di kertas. Pendapat penulis sendiri, keunggulannya, kita dapat mengarsip tulisan di dalam majalah, tanpa harus membuat klipping segala, dan majalah bertahun-tahun tanpa memakan tempat gudang, atau berwarna kuning . Yang lain lagi yaitu dengan iklan-iklan yang interaktif, video, dan lain lain, sehingga membuat e-magazine menjadi atraktif.

Di bawah ini kami suguhkan links ke beberapa berita / artikel yang menyangkut dengan Zinio, dan barangkali ini akan merubah pandang Anda mengenai majalah digital.

Forget the paperless office dream, but how about a paperless living room?

Digital publisher Zinio Systems boosting space, revenue 50%

The Zinio DRM isn’t as scary it seems.

Zinio Puts 100+ Classics Online as E-Books

Zinio Extends Digital Reading Opportunities

e-magazine

e-book ala Amazon.com

Amazon.com memang jagonya dalam hal menjual buku online. Sudah sejak beberapa waktu lalu, amazon meluncurkan produk Kindles, yaitu gadget khusus untuk membaca e book keluarnya. Perusahaan yang memiliki inovasi seperti Amazon, produknya jelas berhubungan dengan perhitungan akan mendapat hasil yang menggiurkan. Begitulah dengan Kindles nya, dan e book nya, yang lebih dikenal dengan nama kindles books. Dalam hal gadget, Amazon bukanlah pemain satu-satunya, Sony dan beberapa perusahaan lain pun turut memberikan alternatif. Sayang di Indonesia kita masih jauh dari jangkauan menikmati fasilitas demikian. Mungkin pasar Indonesia masih kurang menarik. Bayangkan dengan gadget kindles, kita dapat download dan langsung membaca, dengan bayaran yang lebih murah dari buku cetakan. Sekali lagi, dengan cara demikian, kita pun mengurangi menebang pohon, “go green” ! di bawah ini kami sajikan link dari TechCrunch, artikel komentar tentang perkembang Amazon.com dengan gadgetnya, ternyata google pun tidak tinggal diam, melihat di sana dapat dijadikan sumber penghasilan iklan yang lumayan.

Amazon May Sell $750 Million In Kindles by 2010 (That’s A Lot Of Kindles)