• Arsip

  • tema favorit

  • e-magazine

    . . . . . . . .

Hasil uji kwalitas produk supplement omega-3

Di bawah ini terdapat 2 buah tulisan mengenai hasil uji produk supplement omega-3 yang beredar di Amerika, dan sebagian produk tersebut juga dapat dibeli di Indonesia. Hasil uji tersebut, dari berpuluh-puluh merek dilakukan oleh perusahaan konsultan bidang kesehatan ConsumerLab, sebuah perusahaan yang telah lama melakukan pengujian produk kesehatan di Amerika, dan menurut hemat saya kesimpulannya dapat dipercaya. Atau setidak-tidaknya sebagai panduan bagi kita, bila ingin membeli supplement tersebut.

Dikutip dari NutraIngredient.com USA:

ConsumerLab releases omega-3 test results

05-Aug-2008 - Independent product tester ConsumerLab.com has given the thumbs up to almost 50 omega-3 dietary supplements and functional foods for delivering on dosage and being contaminant-free.

The report, released today, is the group’s most comprehensive analysis of fish oils to date, said ConsumerLab president Tod Cooperman. The large majority (85 percent) of visitors to the organization’s site are consumers looking for independent information on which products to purchase.

A total of 50 omega-3 fish oil supplements, foods and beverages were tested for contaminants and dosage (including two marketed for pets). Out of these, 23 were randomly selected by ConsumerLab to provide a “snapshot” of the market based on popular products found at different retail outlets. The other 27 products were tested at the request of their manufacturers, through ConsumerLab’s Voluntary Certification Program.

According to the results, all products met their label claims in regard to EPA (eicosapentaenoic acid) and DHA (docosahexaenoic acid) levels, with levels ranging from16 mg in a yogurt product to 1,000mg in a single pill.

In addition, all of the products tested were free of contaminants common in fish, including mercury, lead and PCBs. These contaminants have been associated with fish oil supplements in the past, and Consumerlab suggested cleaner fish stocks as well as improved processing had contributed to the glowing report card.

Not approved

All products tested bar one supplement brand and one product for pets received an approval rating from ConsumerLab.

The supplement brand that did not pass was Kirkland Signature Enteric Coated Fish Oil 1700 mg Concentrated Fish Oil. This, said ConsumerLab, was found to contain the level of EPA and DHA that it claimed, but it failed the enteric-coating test because it released its fish oil too early.

In accordance with ConsumerLab’s certification program guidelines, the group is able to announce the positive test results of brands that are volunteered by their manufacturers, but any negative results remain confidential.

Cooperman would not confirm if any of the omega-3 products provided for testing by their manufacturers failed the approval rating, but said that a clear indication of the state of the industry can be received from the 23 randomly selected products tested by the group.

In addition, he noted that the report clearly identifies which products were volunteered, and which were selected.

Questions raised

The report also took issue with some food and drink products that claimed to provide portions of a daily intake of omega-3s, when such a value has yet to be established.

According to ConsumerLab, fortified foods and beverages including Tropicana with Omega-3, Silk Soymilk Plus Omega-3 DHA, Yoplait Kids Yogurt with DHA, and the Aristo nutrition bar stated on labels that they supplied certain percentages of the ‘Daily Value’ of 160 mg for EPA and DHA.

“These statements are incorrect,” said ConsumerLab. “A Daily Value has not been established for EPA and/or DHA. Silk Soymilk Plus Omega-3 DHA also touted “400 mg beneficial Omega-3″ above its Nutrition Facts panel, but only at the bottom of the other side of the carton did it note, in tiny letters, that just 32 mg of the total omega-3 is DHA. Testing found the remainder to be ALA.”

The160mg daily benchmark value was provided by the Institute of Medicine (IOM) in its Dietary Reference Intakes for Macronutrients, published in 2002. However, other organizations, such as the International Society for the Study of Fatty Acids and Lipids and the American Dietetic Association, recommend a minimum combined intake of 500 mg/day EPA and DHA to support heart health.

According to Robert Orr, president and CEO of leading omega-3 supplier Ocean Nutrition and also chair of GOED (the Global Organization for EPA and DHA Omega-3) said this highlights the need for national guidelines for omega-3 intake.

The issue is not so much which levels are currently being thrown around as reference levels, but the need to establish an RDI, he suggested. “The focus needs to be on the fact that there is a huge dietary deficiency,” he told NutraIngredients-USA.com earlier today.

Brands tested

Brands included in the ConsumerLab report are: Advocare, Aristo, Berkley & Jensen (BJ’s), Carlson, Coromega, CVS, Eniva, GNC, Health from the Sea, Iceland Health, Integrative Therapeutics, Jarrow, Great American Products, Healthy Hide, Kirkland (Costco), Lipiderm, Mega Smarts, Minami, Mommy’s Bliss, Natural Factors, Nature Made, Nature’s Bounty, Nature’s Sunshine, New Chapter, Nordic Naturals, Now, Nutramax, Nutri-Supreme, OmegaBrite, Omega-Gel, Origin (Target), PharmAssure, Pharmanex, Pure Encapsulations, Puritan’s Pride, Shaklee, Silk (WhiteWave), Spring Valley (Wal-Mart) Sundown, Swanson, Tropicana, Twinlab, USANA, Vital Oils, Vitamin Shoppe, Vitamin World, Wegmans, Weil, and Yoplait.

Sumber asli berikutnya dari consumerlab.com - http://www.consumerlab.com/reviews/Omega-3_Fatty_Acids_EPA_and_DHA_from_Fish_Marine_Oils/omega3/

Berita dunia akademi - tempe dan tahu terhadap kesehatan

Jarang mendapatkan artikel tentang kesehatan di Indonesia dari Jurnal Internasional. Sekali ini patut diperhatikan dengan berita mengenai produk tahu dan tempe di negeri kita ini. Artikel yang dibicarakan di sini terutama mengangkat tema tentang produk tahu (sedangkan tempe manfaatnya tetap tidak diragukan), yang dapat menyebabkan gejala penyakit bagi sebagian orang di Indonesia. Komentar tulisan artikel tersebut dapat Anda baca dengan link ke AP-Foodtechnology.com,

http://www.ap-foodtechnology.com/news/ng.asp?n=86342&c=wn1T4K1tpZVaRqR3z%2Fdy6Q%3D%3D

atau membaca abstract tulisan artikel aslinya,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18583909?ordinalpos=1&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum

Rasanya tidak perlu saya cerita panjang lebar lagi, tahu dan tempe telah menjadi makanan sehari-hari bangsa kita ini, baik yang kaya maupun yang miskin, baik anak-anak ataupun orang tua, semua menyantapnya dengan tanpa banyak pikir panjang apakah dapat membahayakan kesehatan atau tidak.

Yang perlu selalu kita pertimbangkan adalah proses pembuatan produk tersebut, bagaimana kebersihannya dan bahan pengawet apa saja yang ditambahkan. kita telah hidup di jaman yang boleh dibilang sudah lupa dengan istilah kelaparan, namun di lain pihak hal mengenai kwalitas makanan mungkin masih belum begitu “nancap” di pikiran kita, dan dijadikan pedoman atau suatu kebiasaan hidup.

Semoga makanan rakyat kita ini menjadi perhatian kita semua, juga demi kesehatan kita masing-masing.

Selamat membaca !

Kindle books, usia belia sudah maju pesat di Amerika.

Kalu Jeff Bezos sendiri (pendiri dan orang nomor satu dari Amazon.com ) yang memomong lahirnya Kindle gadget dan Kindle books, rasanya suksesnya bisa terjamin. baru-baru ini diadakan Book Expo di Los Engeles, dan ia dengan tidak sengaja mengungkap jumlah buku dan gadget yang terjual perbulannya.

Perkembangan yang menggembirakan bagi penggemar e-book, namun disayangkan, 1. di Indonesia masih belum tersedia produk tersebut, dan 2. harga gadgetnya pun untuk orang biasa masih cukup mahal. Jangan putus arang, suatu saat mode demikian pun akan merambah negeri kita, sehingga akan banyak meringankan penggemar baca membaca tulisan-tulisan sewaktu melakukan perjalanan atau pun bagi manager folks di Jakarta memanfaatkan waktu macet di jalan.

Kindles baru 7 bulanan dilansir, kelihatannya perkembangannya akan tetap baik, biarpun tidak dapat dibandingkan dengan buku cetak. Pemain lain pun bertambah banyak menyediakan judul e-book.

Untuk berita dan analisa selengkapnya, silakan link ke

http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2008/07/05/MN3611KC3M.DTL

Minuman energi

Sedikit pendahuluan sebelum Anda membaca tulisan di bawah ini. Saya selalu teringat dengan pepatah kuno, bila kita melakukan sesuatu, janganlah overacting, ini berlaku juga untuk pemberitaan. Penulisan berita jangan membuat orang bertanya-tanya atau bersifat sensasi, yang kebanyakan cara demikian malah membingungkan pembaca. Alhasil pun tulisan demikian dinilai tidak bermanfaat, dan blog nya pun berlabel tidak baik. Ini yang perlu saya hindari. Kembali lagi ke pepatah kuno, yang satu menceritakan: seseorang ingin menggambar ular, namun melihat ular kasihan tidak berkaki, lalu dibubuhinyalah kaki pada gambaran sang ular. Apa yang terjadi, jelas salah kaprah, bukan ular yang digambar, tetapi menjadi gambaran kadal atau biyawak. Pepatah kedua yalah, kembali lagi cerita ular yang lebih sering dikenal di antara kita semua, seseorang berlari-lari menuju ke temannya yang lebih dewasa, sambil berteriak-teriak mengatakan, “Bang, bang, saya ketemu ular di sana, besar dan panjang sekali. Besarnya seperti batang kelapa, dan panjangnya, ya hampir setinggi pohon kelapa”. Nah, sang dewasa jelas menilai dengan tenang, ini mau ngomong besar lagi rupanya. Maka si pencerita pun dibiarkannya saja. Cerita selanjutnya rasanya pembaca tahu dan tak perlu saya teruskan di sini.

Berita di bawah mengenai minuman energi yang juga populer di negeri kita ini. Kalau ditanya saya pun pernah minum minuman energi, dan mereknya apa tak perlu disinggung di sini. Namun saya cukup berhati-hati bila mengkonsumsi minuman tersebut. Pertama, tujuan agar saya tidak mengantuk sewaktu menyetir mobil dalam perjalanan jauh berjam-jam. Minuman energi, saya sadar bukanlah minuman sehat, tetapi lebih bersifat booster, membantu sesaat dalam keadaan terpaksa, agar masih tetap “wah”, alias gak ngantuk. Kembali lagi bila minuman demikian dijadikan rutinitas hidup, secara pribadi saya tolak.

Berita tentang minuman energi dilansir oleh NutraIngredient, 5 Juni 08, silakan ke link di bawah ini, http://www.nutraingredients-usa.com/news/ng.asp?n=85729&c=wn1T4K1tpZWpTTEDuDQSxQ%3D%3D. Dikutip hasil studi dari Federal Institute for Risk Assesment di Jerman, bahwa observasi beberapa tahun terakhir menunjukkan, konsumsi minuman energi berpotensi rusaknya hati (liver), fungsi yang abnormal dari bekerjanya jantung, malahan menemui ajal. Maka perlu diberi penekanan perhatian bagi golongan tertentu seperti anak-anak, ibu hamil, menyusui, dan mereka yang sensitive terhadap coffeein.

Malahan negara tertentu memberi peringatan terhadapan minumnan tersebut, dan ada pula yang melarang dipasarkan.

Penulis tidak bermaksud meresahkan bagi pengguna sejati minuman sejenis ini. Yang perlu kita ketahui, apa pun juga bila tidak menjaga kesehatan, atau dalam kondisi yang ekstrem, dan kelelahan yang berkelebihan, minuman tersebut tidak dapat mensubstitusi nutrisi atau kebutuhan vitamin dalam keadaan yang normal. Yang kita butuhkan satu-satunya adalah istirahat yang cukup. Salah kaprah kalau kita menganggap sesuatu bahan dapat menjadikan “wah” dan segar bugar seketika, serta dijadikan suatu kebiasaan yang rutin.

Silakan membaca sendiri artikel tersebut.

Hollywood dan depresi

Bagi kawula muda dengar nama tenor bintang film pasti selalu tergiur dan ingin meniru-niru, entah gaya hidupnya ataupun berlagaknya. Tetapi bila diceritakan berita yang tidak enaknya, ya, mulai bungkem. Berita hangat terakhir mengenai bintang Holliwood yang exclusive ditulis pada eonline.com, situs untuk kaum selebritis Amerika, yaitu mengenai Kirsten Dunst. Bintang film tenar ini mengalami depresi berat dalam hidupnya akhir-akhir ini, dan harus mengaku, akan mengikuti pengobatan pada sebuah klinik terkenal bagi selebritis Hollywood. Kirsten Dunst baru berusia 26 tahun, namun telah harus mendapat depresi berat. Dapat kita bandingkan juga dengan penyanyi yang terkenal, yaitu Bridney Spears, yang entah telah berapa kali bolak balik masuk klinik rehab, entah karena alkohol atau drug. Memang perbedaan dari kedua anak muda terkenal ini, yang satu ayu dan kalem, sedang yang satu lainnya karena harus action bernyanyi, dan akhirnya menjadi karakternya yang ugal-ugalan. Kirsten rupanya akan menyadari harus membatasi diri di dalam hidup, dan chance untuk kembali normal sangat baik.

Kaum muda dengan gaya hidup yang berkelebihan mudah terjangkit penyakit demikian. Merasa masih muda dan dapat melampaui batas kemampuan fisik tubuh. Juga bila mereka berhadapan dengan drug ataupun alkohol, dan hilang kendali, mudah sekali terjerumus ke kehancuran. Kalau sudah begitu siapa yang harus disalahkan. Saya ingat beberapa tahun yang lalu mengikuti semacam seminar untuk para manager perusahaan dan kita disuguhi cerita oleh pembicara tentang pengalaman dengan anaknya yang meninggal karena drug. Tak usah saya gambarkan lagi bagaimana menyedihkan pengalaman yang demikian. Kejadian itu menggugah sang pembicara dan akhirnya ia pun bergabung dalam aksi pemberantasan narkoba.

Tubuh kita mempunyai kemampuan tertentu memikul beban stress. Sedangkan depresi merupakan bentuk stress yang lebih berat. Tidak perlu kita diskusikan lagi di sini panjang lebar, yang jelas stress menyebabkan perubahan hormone household. Anda dapat menamakan salah satrunya yaitu cortisol. Stress memakan banyak nutrisi di dalam diri kita. Seolah-olah pengeluaran rumah-tangga ekstra yang harus ditombok bayar kembali. Sedangkan bila nutrisi tidak diimbangi kembali, alhasil akan selalu dalam keadaan “berhutang”, yang salah satu gejalanya, akan mengganggu mood seseorang.

Beberapa pandangan tentang e-magazine

Era informasi, membuat dunia menjadi menciut. informasi, video clip, lagu-lagu, cukup disimpan di gadget seperti iPod. Malahan gadget ini pun mempermudah belajar bahasa. Ini memang sangat menolong bila tidak mau runyem dengan gadget yang besar. Bisa kita bilang, ini merupakan mode, karena teknologi kita baru mencapai di sini, dan trend, jelas mengikuti teknologi yang terakhir.

Berbicara mengenai e-book ataupun e-magazine, yang mana terakhir ingin kita bicarakan di sini, biar lambat tapi pasti mulai disukai pembaca. Ini merupakan alternatif, di mana bila bepergian, bacaan tiap saat dapat dilihat, ataupun memudahkan kita menyimpan koleksi bacaan yang dapat dibawa setiap saat, dan dapat dibaca di mana saja, tanpa membawa tumpukan kertas.

Hal yang terakhir ini banyak dipromosikan dengan majalah digital yaity “go green” karena tidak lagi menggunakan kertas dari hasil tebangan pohon, terutama kalu dibilang pohon asal hutan tropis, seperti negeri kita, yang sering menjadi sorotan dunia.

Telah banyak perusahaan menawarkan buku atau pun majalah dalan bentuk digital, atau sebutan e-magazine. Salah satu termasuk Zinio, perusahaan asal Amerika. Perusahaan ini juga menyediakan free software untuk membaca majalah digitalnya. Kenyamanan dengan software ini seolah-olah membaca majalah cetakan kertas, dapat terdengar suara bila membalikkan halaman. Ada beberapa keluhan dari pelanggan, yang kelihatannya akhir-akhir ini telah diperbaiki, yaitu tulisan atau artikel dari e-magazine dapat dikirim ke teman. E-magazine dapat juga ditransfer ke komputer lain, selama komputer itu menggunakan user name yang sama.

Sebut saja salah satu keuntungan bagi pelanggan, harga langganan lebih murah dari yang cetak di kertas. Pendapat penulis sendiri, keunggulannya, kita dapat mengarsip tulisan di dalam majalah, tanpa harus membuat klipping segala, dan majalah bertahun-tahun tanpa memakan tempat gudang, atau berwarna kuning . Yang lain lagi yaitu dengan iklan-iklan yang interaktif, video, dan lain lain, sehingga membuat e-magazine menjadi atraktif.

Di bawah ini kami suguhkan links ke beberapa berita / artikel yang menyangkut dengan Zinio, dan barangkali ini akan merubah pandang Anda mengenai majalah digital.

Forget the paperless office dream, but how about a paperless living room?

Digital publisher Zinio Systems boosting space, revenue 50%

The Zinio DRM isn’t as scary it seems.

Zinio Puts 100+ Classics Online as E-Books

Zinio Extends Digital Reading Opportunities

e-magazine

e-book ala Amazon.com

Amazon.com memang jagonya dalam hal menjual buku online. Sudah sejak beberapa waktu lalu, amazon meluncurkan produk Kindles, yaitu gadget khusus untuk membaca e book keluarnya. Perusahaan yang memiliki inovasi seperti Amazon, produknya jelas berhubungan dengan perhitungan akan mendapat hasil yang menggiurkan. Begitulah dengan Kindles nya, dan e book nya, yang lebih dikenal dengan nama kindles books. Dalam hal gadget, Amazon bukanlah pemain satu-satunya, Sony dan beberapa perusahaan lain pun turut memberikan alternatif. Sayang di Indonesia kita masih jauh dari jangkauan menikmati fasilitas demikian. Mungkin pasar Indonesia masih kurang menarik. Bayangkan dengan gadget kindles, kita dapat download dan langsung membaca, dengan bayaran yang lebih murah dari buku cetakan. Sekali lagi, dengan cara demikian, kita pun mengurangi menebang pohon, “go green” ! di bawah ini kami sajikan link dari TechCrunch, artikel komentar tentang perkembang Amazon.com dengan gadgetnya, ternyata google pun tidak tinggal diam, melihat di sana dapat dijadikan sumber penghasilan iklan yang lumayan.

Amazon May Sell $750 Million In Kindles by 2010 (That’s A Lot Of Kindles)

Pengetahuan dasar tentang produksi omega-3

Sering hal yang biasa terlewat begitu saja dari perhatian kita, karena sekian banyak hal yang kita hadapi tiap hari. Hidup menjadi rutinitas, ini termasuk mengenai kesehatan, apa yang kita konsumsi, makanan sehari-hari, atau sesuatu yang lebih penting lagi, vitamin atau supplement. Kita patut memperhatikan dan membiasakan diri selalu membuat pertanyaan tentang kesehatan. Suatu kebiasaan di kemudian hari akan memberikan balasan yang bermanfaat bagi kesehatan kita sendiri, serta dapat pula barangkali membantu orang di sekeliling kita yang butuh nasihat, biarpun sesuatu hal itu dapat dipandang sepele saja. Membaca adalah salah satu cara mendapatkan jawaban pertanyaan-pertanyaan itu, apa lagi di dunia serba cyber, informasi mudah diperoleh. Tentu perlu kehati-hatian menerima sesuatu yang ditayangkan, dan butuh ketekunan memilah-milahnya, mana yang benar, dan mana yang kurang meyakinkan.

dalam kesempatan ini, kami mengedepankan sebuah tulisan singkat mengenai teknologi produksi omega-3, suatu bahan supplement yang boleh dibilang sederajat dengan vitamin. Malah orang suka juga menyebutnya merupakan vitamin “F”, namun secara offisiel belum ada penamaan seperti itu.

Tulisan tersebut dapat Anda peroleh di citrahidup.com dengan link sebagai berikut:

Teknologi produksi high purity omega-3, dan di sana bisa juga didapat print-version.

Selamat membaca !

Solusinya mudah saja - olahraga !

Baru-baru ini (21 April) di majalah online Der Spiegel, bahasa Jerman terdapat sebuah artikel berjudul “Faul macht dumm” atau bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya “Malas membuat orang jadi bodoh”. Ya, kata-kata yang biasa saja, namun tulisan tersebut (penulis Jorg Blech, http://www.spiegel.de/spiegel/0,1518,548638,00.html) cukup panjang lebar membahas pandangan-pandangan terbaru dan menarik dari pakar kesehatan dan para peneliti dunia berbagai disiplin, mereka terutama berasal dari Amerika dan Jerman.

Lamban atau bermalas-malasan membebani kesehatan mental: Orang-orang yang kurang bergerak, menurut studi mereka berisiko tinggi terkena penyakit Parkinson, Alzheimer, atau Depresi. Berolahraga adalah cara pengobatan yang terbaik untuk mengatasi kerusakan otak.

Menurut saya, tulisan Blech sangat menarik, dapat dijadikan dasar pemikiran untuk kita semua, bagaimana sebaiknya mengambil manfaat dari tulisannya, serta mencoba menerapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena tidaklah mudah bagi kita untuk merubah suatu kebiasaan hidup, dan tiba-tiba timbul kesadaran baru tentang kesehatan dan ingin secepatnya merubah gaya hidup.

Fernando Gomez-Pinilla, pakar Neuroscince dari University of California, Los Angeles, banyak melakukan penelitian hubungan antara bergerak dan kesehatan otak (Bila Anda tertarik dengan tulisannya lebih jauh, silakan gunakan search pada PubMed.). Gaya hidup yang banyak berdiam dan duduk membahayakan kesehatan otak. Tubuh manusia membutuhkan pergerakan minimum agar otak bekerja normal, dan ini adalah peninggalan dari perkembangan manusia, nenek-moyang kita, yang asal mulanya pemburu dan harus selalu bergerak mencari makanan. Bermalas-malasan tidak menguntungkan kesehatan otak, dan menyebabkan metabolism otak melambat dan ini merupakan awal dari banyak jenis penyakit. Selama ini kita khawatir dengan jenis penyakit seperti peredaran darah, punggung sakit, tulang rapuh, diabetes dan kaki membengkak, disebabkan kurangnya bergerak. Kini bertambah banyak lagi dengan penyakit pada otak, berkurangnya sel otak, melemahnya daya ingat, Parkinson disease, dementia, dan depresi, yang ternyata disebabkab terlalu banyak duduk dan malas-malasan.

Gene tubuh kita telah terbentuk sedemikian rupa dan menginginkan bahwa kita bergerak. Dengan adanya pergerakan yang minimum dan memberikan feedback pada organ tubuh kita, ini akan berpengaruh positif terhadap kesehatan otak, demikian menurut Thoma Tolle, 48, ahli Neurologi dan Psykologi dari Technische Universitaet Munich, Jerman. Seminggu sekali melakukan jogging, sama efektifnya dengan menggunakan100 mg betabocker, dan pasiennya pun kini diberi alternatif tersebut dan mencoba pengobatan yang murah dengan bergerak badan, komentarnya.

Dan ini membuat Carl Cotman, pakar Neuroscience dari California sampai pada kesimpulan, bahwa olahraga menjadi suatu perkembangan strategi terapi yang sangat menarik, dikarenakan pengertian bergerak penting bagi kesehatan otak.

Psychiatry, John Ratey, 60 dari Cambridge, Amerika, malah berbuat hal yang proaktif, bagi pasiennya yang datang berobat, diharuskan naik tangga dua lantai untuk mencapai ruang prakteknya. Baru tidak lama ini, pengobatan penyakit syaraf masih tetap berkutat di sekitar penggunaan obat, tutur Ratey, dan ia sendiri pernah aktif memberikan ceramah-ceramah bagi banyak perusahaan Farmasi raksasa. Ratey yang juga memberi kuliah pada Harvard Medical School, mulai sadar, setelah melihat bertambah banyaknya tulisan yang mengisyaratkan pengaruh positif bergerak terhadap organ berpikir kita. Kini ia sendiri aktif mengunjungi tempat fitness, dan tiap ada kesempatan ia akan memberikan saran yang sama, entah apa saja masalah si pasien, dari awal, yang dianjurkannya adalah berolahraga, dan ini menurut keyakinannya yang beralasan kuat, akan membantu mengatasi masalah kejiwaan atau mental.

Belum lama ini, tulisan pada textbook masih mengatakan bahwa pergerakan otot tubuh tidak mempengaruhi peredaran darah pada otak, kata Wildor Hollman, 83, dari Deutsche Sporthochschule Koln, dan ia sempat melakukan percobaan pada 12 anak muda laki-laki yang sehat, mereka disuruh mengayun pedal sepeda ber-speedometer di ruang fitness. Alhasil membuktikan gerakan demikian meningkatkan peredaran darah pada otak hingga 30 persen, dan selanjutnya penelitian memberikan gambaran lebih jelas, peningkatan peredaran darah pada otak, memberi efek penambahan pembuluh darah baru di otak, kurang lebih di sekitar daerah cortex, otak kecil, dan hippocampus.

Apa yang terjadi dengan peningkatan peredaran darah pada otak? Bila tubuh bergerak, bagian otak tertentu menjadi aktif dan pada sel-sel otak terjadi produksi bermacam-macam protein. Dari hasil percobaan hewan diketahui banyak dari protein itu merupakan growth factor dan ini berfungsi seperti pupuk bagi otak. Protein atau peptida seperti VEGF (vascular endothelial growth factor, wikipedia) dan IGF-1 (Insulin-like growth factor 1, wikipedia) dapat memacu pembentukan pembuluh darah baru. Protein BDNF (brain-derived neurotrophic factor, wikipedia) menstimulasi pertumbuhan sel otak yang baru pada hippocampus, dan membantu menjaga penyimpanan daya ingat jangka panjang dari gangguan geger otak.

Produksi protein dengan nama VGF (nerve growth factor inducible, wikipedia)meningkat, bila mencit berlari pada roda berputar, penemuan Ronald Duman, dokter ahli syaraf dari Yale University. VGF berfungsi pada sistem pengontrolan sel otak dan memiliki efek farmakologi seperti obat antidepresif. Tolle juga menemukan sesuatu dari otak bagian tertentu para pelari jogging, setelah berlari selama 2 jam. Hasil scan otak (Positron Emmision Tomography, PET) menunjukkan pada daerah otak tertentu, pada bagian untuk proses mood atau perasaan, serta proses menekan rasa sakit, terbentuk dengan intensif senyawa endorphin. Padahal tanpa ada penjelasan ilmiah yang nyata pun kaum muda telah mempraktekkan dan sering merasakan “wah” dan segar bugar, setelah jogging, memanjat tebing, ataupun bersepeda. Ini dibuktikan oleh Henning Boecker, 42, peneliti di Universitaetklinik Bonn, Jerman, secara ilmiah, bahwa meningkatnya perasaan euphoric seiring dengan meningkatnya produksi endorphin pada otak. Perasaan bahagia dan selalu beredarnya “pupuk” otak, ditilik dari segi evolusi, sebetulnya merupakan sesuatu yang wajar-wajar saja, mengingat manusia purba selalu berjalan dan bergerak. Setelah melakukan training seminggu, kadar growth factor meningkat menonjol, dan mulai menunjukkan pengaruhnya pada sistem kognitif otak.

Bayangkan, manusia modern telah seberapa jauh meninggalkan kebiasaan hidup manusia purba, mereka rata-rata berjalan kaki 40 km tiap harinya (manusia modern rata-rata hanya berjalan kaki 1,5 km), dan 40 persen lebih banyak menghabiskan energi daripada manusia modern. Kurangnya bergerak menyebabkan bermacam-macam penyakit gangguan mental. Suatu studi (Ahli neurologi Hansjorg Bazner, Kilinikum Mannheim, Jerman, beserta 10 kollega dari pusat penelitian lain di Eropa) terhadap 600an orang tua menunjukkan hasil scan otak mereka, terutama mereka yang susah bergerak dan mudah hilang keseimbangan badan karena gangguan mental, perubahan pada “white matter” di otak. White matter (wikipedia) adalah bagian dari penghubung antar sel otak, dan bertanggung jawab seperti saklar pengontrolan bagi otak. Menurut penemuan awal, Bazner mengatakan, dengan melakukan training white matter tersebut dapat dijaga stabil keberadaannya.

Pada awal perkembangannya pasien Alzheimer menunjukkan gerakan yang lamban, ini merupakan hasil studi di Jepang terhadap 800an pasien di atas usia 65 tahun, selama 7 tahun. Kecendrung menderita dementia adalah mereka yang kurang bergerak. Di Swedia dilakukan juga studi terhadap 1500 peserta pria dan wanita, terbukti, melakukan olahraga ringan dapat memperlambat terjadinya Alzheimer. Bila mereka melakukan olahraga 2 kali seminggu, kelaknya risiko terkena Alzheimer akan menurun hingga 60 persen. Ronald Petersen dari Mayo Clinic Alzheimer’s Disease Research Center, Rochester, Minnesota, USA, membuat pernyataan lebih jauh lagi, berolahraga secara teratur merupakan cara preventif terbaik, lebih baik daripada menggunakan obat, lebih baik daripada kegiatan mental, dan lebih baik daripada makanan yang sehat.

Sampaikan terhadap pasien yang hampir lumpuh tidak bisa jalan pun, para dokter coba mencari cara untuk memberi rangsangan pada otak, seperti pelakuan pada Universitaet Fankfurt, Jerman, ahli pengetahuan olahraga, Christian Haas, memberikan vibrasi selama 60 detik kepada pasien Parkinson. Getaran itu tidak hanya mengaktifkan otot, tetapi juga memberi rangsangan pada otak untuk memproduksi growth factor dan senyawa sejenisnya. Percobaan dengan 68 pasien Parkinson, setelah terapi vibrasi 5 kali satu menit lamanya, gejala penyakit turun sebanyak 17 persen.

Akhirnya, kurang pergerakan juga dihubungkan dengan penyakit depresi. Peneliti di Amereka melakukan studi terhadap 1900 peserta selama 8 tahun, dan mereka awalnya sehat-sehat saja. Hasil menunjukkan mereka yang kurang bergerak cenderung 2 kali lebih banyak terserang depresi. Yang menarik, penelitian tersebut dilakukan juga terhadap siswa sekolah menengah pertama oleh Rod Dishman, ahli pengetahuan olahraga dari University of Geogia, Athens, USA. Sekitar 4600 pelajar diamati selama 2 tahun, terbukti mereka yang kurang aktivitas olahraga, lebih sering dalam suasana depresif.

Bertambah banyak psychiater kini mempraktekkan olahraga mengayun pedal sepeda ketimbang terapi pembicaraan berbaring di couch. Peneliti bidang exercise, Andrea Dunn melatih 80 peserta dengan ciri-ciri bergerak lamban dan terkena depresi selama 8 minggu menggunakan trett-mill dan ayun pedal sepeda, konsumsi energi setara dengan berjalan kaki selama 30 menit. Hasil menunjukkan, rata-rata gejala mereka menurun sebanyak 47 persen, dan 42 persen peserta malahan menunujukkan hilang sama sekali gejala penyakitnya. Terapi demikian hasilnya serupa dengan penggunaan obat, dan keuntungan lainnya, sama sekali tidak ada efek sampingan!

INFLAMASI - pemahaman baru, peranan omega-3, penemuan molekul baru yang dapat meredam inflamasi

Inilah penemuan Dr. Charles N. Serhan dan team penelitinya dari Harvard School of Dental Medicine and Harvard Medical School, Boston, Masschussetts, setelah melakukan penelitian belasan tahun, dan akhirnya membeberkan penemuan mereka itu.

Tulisan review article Dr. Serhan “Resolution Phase of Inflammation: Novel Endogenous Anti-Inflammatory and Proresolving Lipid Mediators and Pathway“, secara sistematis mengupas sekitar penemuan senyawa baru yang dapat meredam inflamasi.

Sebuah rangkaian penelitian yang sangat lengkap, dan sekaligus memberikan gambaran kepada kita, betapa pentingnya peranan omega-3 terhadap kesehatan kita.

Anda mungkin pernah mendengar prostaglandins, senyawa-senyawa penyebab inflamasi bila kita terserang penyakit. Prostaglandins merupakan hasil konversi dari asam lemak tidak jenuh, arachidonic acid, di dalam sel-sel tubuh kita. Arachidonic acid banyak terdapat di daging dan telur. Hasil penelitian dua puluh tahunan terakhir membuktikan bahwa arachidonic acid tidak semata-mata menyebabkan inflamasi, tetapi asam lemak PUFA ini pun berfungsi meredam inflamasi. Melalui reaksi enzymatic arachidonic acid juga dikonversi menjadi lipoxins, senyawa yang meredam dan anti-inflamasi.

Selanjutnya, peranan omega-3, DHA dan EPA yang menakjubkan, yalah terlibat langsung hanya dalam proses meredam inflamasi di dalam tubuh kita, melalui senyawa turunannya yaitu resolvins dan protectin.

Untuk selanjutnya, silakan membaca artikel lengkap di situs citrahidup.com, artikel Mujizat omega-3 terhadap kesehatan kita III.

Selamat membaca !